Kamis, 13 Juli 2017

Pahami Kalkulator Zakat Excel dan Tunaikan Melalui 3 Pilihan Cara Berikut Ini!

Tidak ada komentar :
Salah satu tujuan utama dalam membayar zakat adalah untuk mengentaskan persoalan kemiskinan yang sepertinya tidak pernah berakhir. Zakat ini diwajibkan dibayar bagi mereka yang mampu dan jenisnya sendiri sangat beragam, mulai dari zakat penghasilan, tabungan, dan lain sebagainya. Kemapanan ekonomi yang mampu Anda raih baiknya tidak membuat gelap mata dan mengabaikan kewajiban membayar zakat. Sebab ketika kewajiban satu ini Anda tunaikan manfaatnya tidak hanya bagi penerima melainkan bagi diri Anda sendiri, jadi mengapa harus ditunda pembayarannya? 

kalkulator zakat

Meningkatkan Kesadaran Berzakat 

Menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain tentu memberikan pengalaman hidup lebih berarti, dan salah satunya dengan berzakat. Ketika mendengar kata zakat sebagian orang mengerutkan alis karena masih merasa belum wajib. Apakah memang belum atau tidak tahu kapan hukum wajib berlaku karena tidak paham perhitungannya seperti apa. Zakat ini bisa dibayarkan sesuai aturan Islam dan menggunakan kalkulator zakat excel dulu untuk mengetahui apakah sudah wajib atau belum. Sebab setiap zakat punya batas tersendiri untuk dikatakan wajib ataupun sebaliknya. 

Zakat dikatakan wajib ketika jumlah harta yang dimiliki baik penghasilan uang, peternakan, pertanian, dan sebagainya sudah memenuhi batas atau nash. Batasan ini dihitung dengan rumus yang sudah saklek sehingga tidak bisa asal dikira saja karena jumlahnya sudah ditentukan. Mayoritas 2.5% dari total harta yang dimiliki, beberapa orang memilih tetap membayar zakat tanpa mengetahui sudah wajib atau belum. Sah saja dilakukan karena bisa dihitung sebagai sedekah yang tentu saja manfaatnya luar biasa banyak bagi pelaku maupun penerimanya. Menyadari proses perhitungan kewajiban berzakat akan membantu meningkatkan kesadaran untuk menunaikannya. 

Pembayaran zakat sendiri bisa dilakukan dengan berbagai cara, dan Anda bisa memilih salah satunya yang dirasa paling cocok. Cara-cara tersebut antara lain: 

1. Membayar zakat secara terpisah dan bertahap, misalnya tidak diserahkan ke satu orang melainkan disebar ke beberapa yang wajib menerimanya. 
2. Dibayarkan sendiri sehingga langsung menemui pihak yang berhak menerima zakat Anda. 
3. Menyerahkan kepada badan amal zakat yang kemudian diserahkan kepada mereka yang membutuhkan. 

Jika merasa lebih aman dan nyaman menyerahkannya sendiri maka jangan memakai jasa badan amal zakat, sebab bisa memunculkan keraguan. 

Pembayaran yang dilakukan secara mandiri perlu menunjuk penerima zakat dengan tepat dan baiknya dahulukan orang terdekat. Apabila ada saudara yang tinggalnya berdekatan dan membutuhkan zakat bisa didahulukan meski ada tetangga bukan saudara yang juga membutuhkan. Bisa pula dibagi dua supaya keduanya bisa menerima zakat tersebut, sehingga sudah bersikap adil dan kewajiban tertunaikan dengan baik. Ketika memakai jasa badan amal zakat usahakan memilih yang terpercaya, supaya zakat Anda benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. 

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar