Senin, 10 Juli 2017

Inilah Macam Bentuk dari Wakaf Produktif

Tidak ada komentar :
wakaf produktif

Wakaf yang produktif merupakan harta benda yang memiliki nilai tetap yang telah diwakafkan untuk melakukan segala hal di dalam kegiatan produksi dan hasilnya disalurkan sesuai dengan tujuan wakaf tersebut. Misalnya saja wakaf tanah yang dapat digunakan untuk bercocok tanam, sumber mata air yang dapat untuk di jual air-airnya, atau dengan wakaf yang lainnya yang bersifat tidak berubah-ubah yang dapat bermanfaat bagi pemakai nya.

Wakaf yang produktif merupakan harta yang akan digunakan untuk kepentingan dalam hal produksi baik di dalam bidang perindustrian, pertanian, perdagangan atau jasa yang memberi manfaat dan keuntungan bersih dari hasil pengembangan wakaf yang telah diberikan kepada orang-orang yang memiliki hak untuk menerimanya sesuai dengan tujuan dalam hal perwakafan. Dengan begitu maka sang pemberi wakaf sendiri itu pun juga akan mendapatkan pahala yang telah Allah lipat gandakan, yang mana hal tersebut termasuk pada pahala atau amal jariyah yang tidak akan terputus-putus meskipun orang tersebut sudah meninggal dunia.

Adapun macam-macam wakaf produktif yang dapat untuk Anda ketahui lebih rincinya yaitu:

Wakaf tunai.
Wakaf uang.
Wakaf perkebunan.
Wakaf tanah.
Wakaf Al-qur’an.
Wakaf perusahaan.
Wakaf ternak.
Wakaf bangunan.
Wakaf sekolah.
Wakaf sawah.
Wakaf kedai anak yatim piatu.
Wafat masjid.
Wakaf kendaraan.
Dan masih banyak yang lainnya.

Sebenarnya masih banyak lagi macam wakaf yang dapat untuk dilakukan, tapi hal yang harus untuk, diketahui bahwa wakaf diberikan tidak hanya dengan uang atau tanah dan bangunan, apapun yang memiliki nilai manfaat bagi penggunanya, maka hal tersebut dapat untuk dijadikannya sebagai wakaf, seperti yang ada di atas tadi. Pada dasarnya wakaf memiliki tujuan yang mana memberikan manfaat dari harta yang telah diwakafkan tersebut apabila wakaf tersebut diberikan tepat kepada orang yang berhak menerimanya serta menjalankan wakaf tersebut sesuai dengan syariat islam yang akan mewujudkan potensi serta manfaat yang memiliki nilai ekonomis dalam hal untuk kepentingan beribadah serta memajukan kesejahteraan umum.

Dalam hal pengelolaan wakaf yang produktif pun nazhir lah yang memiliki peran penting dalam hal berhasil dan tidaknya dalam hal memanfaatkan harta wakaf yang telah diberikannya tersebut, karena nazhirlah yang memiliki tugas dalam hal mengelola harta wakaf tersebut. Dengan begitu para masyarakat atau lembaga tidak dapat memilih nazhir secara sembarangan, karena nazhir yang dibutuhkan ialah orang yang bertanggung jawab, jujur, amanah serta ikhlas dalam melakukannya. Bagi seorang nazhir pun juga harus tahan terhadap godaan dalam hal yang menyangkut pada perkembangan usahanya, dengan begitu pilihlah nazhir yang bersungguh-sungguh serta yang menyukai dunia tantangan.

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar