Kamis, 15 Juni 2017

Bagaimana Hukumnya Qurban Online?

Tidak ada komentar :

Saat ini banyak pihak yang menawarkan jasa untuk qurban online. Sistem yang diberlakukan adalah dengan cara orang yang hendak berkurban tersebut mentransfer atau mengirimkan sejumlah uang yang sesuai dengan yang ditetapkan oleh lembaga sosial atau keuangan yang menawarkan program kurban online tersebut. Kemudian uang yang ditransfer tersebut nantinya akan digunakan untuk membeli hewan kurban dan akan disembelih di tempat yang sudah ditentukan oleh lembaga tersebut.

Pada dasarnya, kurban yang dipraktekkan sesuai dengan apa yang dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya adalah kurban yang dilaksanakan langsung di tempat asal dari orang yang melaksanakan kurban. Bahkan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin memotivasi masyarakat untuk berkurban di daerah tempat ia berada. Berkurban sendiri bukan semata-mata untuk mendapatkan dagingnya namun juga menerapkan sunnah dan syiar oleh kaum muslimin.

Ada beberapa sunnah yang tidak terlaksana saat Anda mengirimkan hewan qurban ke luar adaerah atau yang bukan daerah asal Anda, yaitu:

Dzikir kepada Allah saat penyembelihan hewan kurban. Anda tidak bisa melaksanakan dzikir seperti halnya saat anda berkurban di tempat asal Anda dimana setiap orang yang melaksanakan kurban tersebut menjadi saksi dari penyembelihan dan melaksanakan dzikir.
Tidak mendapatkan keutamaan untuk turut menyaksikan penyembelihan hewan kurban.
Tidak bisa mengkonsumsi daging hewan kurban. Sahibul kurban atau orang yang ikut berkurban dianjurkan untuk mengkonsumsi daging hewan yang dikurbankan.
Anda sebagai Sahibul kurban tidak mengetahui kapan hewan tersebut akan disembelih sementara orang yang berkurban tersebut disyariatkan untuk tidak memotong kuku ataupun rambut hingga hewan kurban tersebut disembelih.

Menurut Ustadz Ammi Nur Baits yang mengutip pada Liqa’at Bab Al-Maftuh, volume 92 no.4, yang intinya adalah melarang untuk mengirimkan hewan kurban tersebut dalam kondisi atau keadaan hidup ataupun mengirimkan sejumlah uang yang nantinya akan digunakan untuk dibelikan hewan kurban. Kemudian disembelih di tempat yang lainnya. Sehingga sebaiknya hewan tersebut disembelih sendiri kemudian daging dari hewan kurban tersebut didistribusikan ke mana saja sesuai dengan kehendak terutama jika di wilayah domisili tidak ada lagi yang menerima daging kurban yang sangat melimpah.

Akan tetapi, sumber lain menyebutkan jika qurban tetap dianggap sah walaupun jelas menyelisihi sunnah dan Anda tidak akan mendapatkan keutamaan seperti halnya saat Anda melaksanakan kurban di tempat Anda sendiri. Sehingga jika Anda hendak berkurban online, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda tanyakan ke pihak pengelola, diantaranya adalah:

Transparansi informasi mengenai akan diberikan kemana kurban tersebut.
Informasi mengenai waktu penyembelihan kurban tersebut sehingga Anda setidaknya tetap bisa melaksanakan 1 sunnah yaitu untuk tidak memotong kuku dan rambut hingga hewan kurban disembelih.
Kemudahan persyaratan.
Apakah tempat tersebut terpercaya atau tidak.

Semoga ulasan di atas dapat bermanfaat untuk anda, yang salah nya dari diri saya sendiri dan yang benar hanya dari Allah dan Rosulnya. Jazakallah Khair :)

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar :

Posting Komentar